Trend Telematika Ke Depan

Aplikasi seperti e-learning, tele-medicine, social networking, sampai konten selular seperti mobile magazine, mobile news dan lainnya, adalah aplikasi unggulan yang disinyalir akan mampu menumbuhkan pengguna. Aplikasi unggulan tersebut seyogyanya juga mampu meningkatkan kualitas pengguna, yang akhirnya berujung kepada tumbuhnya industri akibat pemberdayaan pengguna.

Upaya peningkatan pemanfaatan teknologi telematika secara optimal oleh konsumen hanya dapat tercapai jika tersedia ragam aplikasi dan konten yang mampu memenuhi berbagai jenis kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, dengan mendorong bertumbuhnya industri kreatif berbasis telematika, diharapkan akan berkembang sebuah industri yang akan menjadi motor utama penggerak industri telematika tersebut.

Untuk mencapai tahap tersebut, lebih dahulu harus terbentuk suatu ekosistem ideal untuk Industri Kreatif berbasis TIK.Untuk itu perlu di adakan usaha2x untuk menumbuhkan jiwa teknopreneur.

Read Users' Comments (0)

Contoh Penerapan Telematika

Telematika di Indonesia sedang mengalami perkembangan. Aplikasi telematika Indonesia terfokus pada pemberdayaan aparatur negara, pemerkayaan hidup masyarakat (telemedik, telekarya, pendidikan), penciptaan daya saing bisnis (perbankan,pos,pariwisata,manfaktur), pembangunan informasi dasar dan aplikasi telematika perlu dilihat dari tatanan kebijakan, regulasi, dan penyelenggaraan yang di manfaatkan masyarakat.

Perhatian pada perlindungan hak kekayaan intelektual semakin tinggi dan upaya untuk memantapkan regulasi semakin mendapat perhatian dari berbagai pihak. Di lapangan dapat dicatat perkembangan yang menggembirakan dengan semakin meluasnya homepage, berkembangnya aplikasi seperti E-commerce, E-Banking, E-Brokerage, dan lain-lain.

Berdasarkan perkembangannya, di Indonesia telematika memiliki tiga peran pokok, yaitu:
1.Mengoptimalkan proses pembangunan
2.Meningkatkan Pendapatan.
3.Pemersatu bangsa.

Salah satu pemanfaatan telematika adalah dalam bidang pendidikan, misalnya dengan pengadaan perpustakaan elektronik. Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

Selain itu dapat juga digunakan dalam Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital ), dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.

Read Users' Comments (0)

Perkembangan Telematika di Indonesia

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan defenisi dari telematika. Istilah telematika merupakan adopsi dari bahasa asing. Kata telematika berasal dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem computer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika

Aplikasi telematika Indonesia terfokus pada pemberdayaan aparatur negara, pemerkayaan hidup masyarakat (telemedik, telekarya, pendidikan), penciptaan daya saing bisnis (perbankan,pos,pariwisata,manfaktur), pembangunan informasi dasar dan aplikasi telematika perlu dilihat dari tatanan kebijakan, regulasi, dan penyelenggaraan yang di manfaatkan masyarakat

Data statistik menunjukkan bahwa aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.

Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi. Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Read Users' Comments (0)

Pengertian Telematika

Sekarang ini kita sering mendengar kata Telematika, namun banyak yang tidak mengetahui apa pengertian sebenarnya. Telematika itu sendiri adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.

Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu  contoh telematika.

Istilah Telematika sering digunakan untuk beberapa macam bidang, misalnya dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).

Read Users' Comments (0)

Teknik Penyusunan Proposal Penelitian

Dalam postingan kali ini akan dipaparkan mengenai teknik dalam penyusunan proposal penelitian. Bagian awal proposal memuat halaman judul dan halaman
pengesahan, bagian inti memuat (a) judul, (b) latar belakang masalah, (c)
perumusan masalah, (d) pembatasan masalah, (e) tujuan, (f) landasan
teori/kajian pustaka, (g) metode penelitian dan (h) jadwal kerja, sedangkan
pada bagian akhir proposal memuat daftar pustaka yang dijadikan acuan
pada penyusunan proposal tersebut. Pada daftar pustaka ini, buku-buku yang
dicantumkan adalah buku-buku yang memang benar-benar mendukung
penyusunan proposal dan dijadikan rujukan pada penyusunan tugas akhir
(selanjutnya disebut penelitian) nantinya. Jumlah buku yang dijadikan daftar
pustaka pada proposal minimal 5 judul buku.

KERANGKA ISI PROPOSAL
BAGIAN AWAL
A. Halaman Judul
B. Halaman Pengesahan
BAGIAN INTI
A. Judul
B. Latar Belakang Masalah
C. Perumusan Masalah
D. Pembatasan Masalah
E. Tujuan
F. Landasan Teori/Kajian Pustaka
G. Metode Penelitian
H. Jadwal Kerja
BAGIAN AKHIR
Daftar Pustaka

A. Judul
Judul harus dibuat singkat, jelas, mampu menunjukkan bidang
permasalahan yang akan dibahas serta tidak menimbulkan kemungkinan
penafsiran yang beraneka ragam. Dalam judul ini hendaknya memuat
variabel (variabel-variabel) yang diteliti. Judul yang baik berkisar antara 5
kata sampai dengan 15 kata.
Untuk judul yang terkait dengan nama instansi, maka nama instansi
harus disebutkan secara jelas (bukan variabel), atau jika instansi yang
dijadikan objek penelitian tidak mau disebutkan maka cukup ditulis jenis
instansi (lembaga) yang dimaksud, sedangkan nama instansi diuraikan pada
bagian pembatasan masalah.

B. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah hendaknya menjelaskan tentang sebab
dipilihnya suatu topik/judul penelitian. Latar belakang masalah dapat
berawal dari mengemukakan suatu fakta, masalah dalam kenyataan atau
fenomena dalam ilmu pengetahuan, temuan penelitian terdahulu, atau karya
ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Latar belakang ini
dapat juga merupakan justifikasi mengenai pentingnya judul penelitian yang
dipilih tersebut atau mengapa penelitian dengan judul tersebut perlu
dilakukan.

C. Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara
tersurat pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya.

D. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah ini menjelaskan tentang ruang lingkup penelitian
yang dibuat. Ruang lingkup ini menentukan kompleksitas/kedalaman
penelitian. Pada pembatasan masalah ini diuraikan hal-hal apa saja yang
tercakup dalam penelitian ini dan hal-hal apa yang terkait dengan topik pada
penelitian tetapi tidak dilakukan dalam penelitian ini.

E. Tujuan
Tujuan adalah pernyataan mengenai apa yang akan dilakukan atau apa
yang hendak dicapai dalam penelitian tersebut. Oleh karena itu, tujuan
dikemukakan secara deklaratif.
F. Landasan Teori/Kajian Pustaka
Bagian landasan teori ini menguraikan tentang teori-teori
yang terkait dengan variabel penelitian termasuk uraian (alasan) tentang
pemilihan salah satu teori yang diterapkan dalam menyelesaikan masalah.

G. Metode Penelitian
Pada bagian metode penelitian ini diuraikan tentang metode apa yang
diterapkan dalam penelitian ini dan alasan mengapa menggunakan metode
tersebut.

H. Jadwal Kerja
Merupakan tabel rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam
menyelesaikan penelitian. Jadwal kerja ini dibuat dalam Gantt Chart yang
kolomnya dibagi dalam bulan (tiap bulan dirinci jadi 4 minggu). Jadwal
kerja ini menggambarkan rencana penyelesaian penelitian, sehingga harus
benar-benar diperhitungkan tentang penentuan waktu dan lama
penyelesaiannya.

Read Users' Comments (0)

Pengertian dan Jenis-jenis Kutipan

Kutipan adalah pengambilanalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri.

Kutiupan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah.
Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.jadi,pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan.
Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya.Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepadaorang yang pendapatnya dikutip,dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.Cara penyebutan kutioan ada 2 cara,yaitu system catatan kaki dan sistem catatan langsung ( catatan perut ).Kita harus memilih salah satu dan harus konsisten.

Adapun jenis-jenis kutipan adalah:

1.Kutipan Langsung

Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll.
Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

2. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )

Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ).

Read Users' Comments (0)

Proposal

Proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.

Jenis-Jenis Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Isi Proposal
Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.

Ciri-Ciri Proposal
1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara
5. dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).

Read Users' Comments (0)